Sabtu, 08 Juni 2013

Menjawab testimoni..

"Jangan biarkan dunia tau perasaanmu yang sebenarnya". Kalimat berharga dari seorang RA kartini yang sangat aku suka..

       Yahhh...itulah aku, tak suka menceritakan isi hati dan perasaanku. Introvert kata teman-temanku.
Tapi, kali ini aku ingin menulis  untuk menjawab testimoni yang kadang berkembang.. tentang penilaian orang yang kadang mengganggu meski kadang aku tak peduli..
Hmmm...aku sudah sering mendengar kalimat-kalimat ini..
"Ema sih suka nolak ikhwan"..Hmmm,,sotoy banget.
"Ema sih, pasang kriteria terlalu tinggi". Hmmmm,,ngarang seratus persen.
"Ema sih, bikin ikhwan-ikhwan jadi takut. mana ada yang berani". Hmmm,,emangnya saya serem gitu?,,,hadooh.
"Ema sih, maunya yang cerdas aja". Hmmmm,,jadi bingung.


      Kata seorang teman, usiaku kini memasuki usia rawan..Hmmm rawan longsor?, lawan banjir?. Ahh pokoknya rawan sudah.
Aku heran, kenapa ada yang berpendapat bahwa aku suka nolak ikhwan. Padahal, sampai detik ini tak pernah satupun biodata ikhwan mampir ditanganku. Satu kalipun tidak pernah. Untuk yang satu ini aku memang cukup kaku. Aku ingin mendapat biodata ikhwan langsung dari pembina halaqohku. bukan dari yang lain. Aku ingin menjalani proses sesuai rule dari jama'ah yang aku percaya dengan sepenuh jiwa dan ragaku. Dulu, aku pernah mengatakan bahwa aku ingin hanya sekali dalam hidupku menerima biodata ikhwan. Pertama dan terakhir. Entah kapan itu, biarlah waktu yang akan menjawabnya. Aku tak suka bermain api apalagi bermain hati.

     Mengenai ada yang berfikir aku pasang kriteria tinggi, ini yang paling tak bisa aku terima. Ini sangat salah.Ini sangat keliru. Masih kuingat saat itu, saat aku disuruh mengumpulkan biodata. Aku bingung sekali mau menuliskan apa kriteria yang aku mau. Ada begitu banya yang terlintas. Aku takut itu hanya nafsu dan keinginan duniawi. Aku tak bisa menulis nafsuku. Aku sholat beberapa malam dan memutuskan hanya ada dua yang akan kutulis. "Ikhwan tarbiyah dan bisa membaca Al-qur'an dengan tartil". Itu saja. Masih kuingat, salah seorang teman dalam lingkaran cintaku samapi kaget. "Ahhhh, cuma dua ini aja yang anti tulis?"..Aku hanya menjawab dengan senyuman.
"Tidak menuliskan penghasilannya minimal berapa?, pendidikannya apa? kriteria fisiknya gimana? keluarganya kayak gimana?". Dan sekali lagi aku hanya tersenyum.
"KATAKAN PADA DUNIA, BUKANLAH AKU YANG BISA KAU PERDAYA".

        Bukan tanpa alasan aku menulis dua hal itu. Setelah aku mengenal jama'ah ini sejak tahun 2002, aku sudah sangat mencintai jamah ini. Sangat dan sangat. Jama'ah ini menjadi jalan bagiku menemukan hidayah. membuatku mengenal jilbab dan begitu banyak kebaikan. Itulah kenapa "ikhwan tarbiyah" menjadi kriteria meski aku tak tau rahasia jodohku. Hanya Allah yang tau.
Dan aku sangat ingin membentuk keluarga yang qur'ani. keluarga yang rumahnya dipenuhi suara bacaan Al-qur'an yang merdu. Itu pasti akan sangat membahagiakan. Lebih membahagiakan dari apapun juga. :)

#Apapun yang orang lain katakan, bersabarlah..karena sabar itu membahagiakan..:)



3 komentar

ustadzahnya kudu baca neh, biar disegerakan biar gak makin rawan longsor :D

kriterianya oke.... tenang aja kak, yang sejiwa dan selaras ruhnya biasanya ketika bertemu akan saling mengenali

sadisss bhasax wiwin.."serumit kimia jiwa manusia..mka cinta bukanlah saat stiap hari kau brtemu ato sberapa lama kau mngenal tapi saat jiwamu bertemu dgn jiwanya"..