![]() |
Kaq Dina Dua Ransel |
"Aku jauh lebih ingin bertemu kaq Dina dua ransel daripada bertemu Presiden Republik Indonesia"
Itu adalah celoteh santai yang aku lontarkan saat meeting persiapan acara World Travel Writer Gathering. Meeting pada malam kamis 1 Oktober 2014 menjadi bukti bahwa setiap kata yang kita lontarkan tidak pernah berlalu. Kata-kata itu terperangkap di udara lantas mengangkasa menuju altar Tuhan. Semua kata adalah do'a maka ucapkanlah kalimat yang baik. Aku meyakini itu, dan terbukti untuk kesekian kalinya.
Betapa aku sangat ingin bertemu Kaq Dina dua ransel sejak dua tahun yang lalu. Aku menyukai semua perjalanan yang ia lalui bersama suaminya. Dan Tuhan mengabulkan keinginanku tepat setelah celotehku. Tanggal 2 Oktober 2014 adalah hari bersejarah bagiku. Hari dimana aku bisa bertemu dengan seseorang yang kukagumi. Seseorang yang sebelumnya hanya aku lihat di TV atau di youtube. Aku bisa menghabiskan malam hanya untuk membaca kisah perjalanannya di Duaransel.com
"Ema,,,,kenal Dia dua ransel?". Kata Mas Teguh di ujung telp.
"Iya, ema suka sekali sama perjalanannya kaq Dina". Jawabku semangat.
"Aku lagi sama Dina dua ransel sekarang. Ayo kesini".
Aku langsung histeris. Entah darimana hormon indorfin itu datang. Otakku penuh dengan sintesis hormon kebahagiaan ini. Aku melaju bersama motorku dengan kecepatan tinggi. Entah apa rasanya. Mungkin jika kelak aku bertemu lelaki spesial-pun, aku tidak akan merasakan sensasi kebahgiaan itu. Tidak ada ekspresi kebahagiaan yang bisa aku tampilkan selain mengeluarkan air mata. Aku benar-benar bahagia.
Pada saat berfoto, aku masih belum percaya bahwa ini bukan mimpi. Aku masih takut bahwa aku akan terbangun. Tapi ini adalah nyata. ![]() |
I love u kaq Dina |
![]() |
I love this moment |
Kebahagiaan itu semakin bertambah ketika kaq Dina mengajakku ikut jalan-jalan bersamanya. Kaq Dina datang ke Lombok dalam rangka jelajah makanan khas nusantara. Kami mengunjungi rumah makan yang menyediakan nasi campur sukaraja di Ampenan. Melanjutkan perjalanan berkesan untuk menikmati sate tanjung di Kabupaten Lombok Utara. Sepanjang perjalanan kaq Dina bercerita bahwa ia telah menjejakkan langkah di benua Asia, Amerika utara, Afrika bagian utara, Eropa dan Australia. Sudah 45 negara yang ia tinggali bersama suaminya. Aku sangat menyukai kaq Dina karena ia adalah back packer yang out of the box. Memutuskan untuk berkelana dan menjual rumahnya. Seluruh dunia adalah rumahnya. Dimana ia berpijak adalah rumahnya. Betapa bahagia hidupnya dengan begitu banyak cerita. Tentunya bukan hanya cerita indah tapi cerita penuh tantangan. Pernah di usir, pernah tidur di emperan, pernah tidak cukup uang untuk makan dan entah berapa kali ia tersesat. Hidup yang penuh petualangan.
![]() |
K Dina ngantuk bingits |
![]() |
K Dina sedang mewawancarai penjual sate |
![]() |
Pose aneh bingits.....with sate tanjung..hehe |
Lelah tak terasa. Dari KLU, kami melanjutkan perjalanan ke Suranadi untuk menikmati sate bulayak. Kaq Dina juga membeli oleh-oleh dodol nangka.
![]() |
K Dina sedang membeli dodol nangka.. |
![]() |
Pose aneh bingitsszzz...Mas Aan tersepona..haha |
Perjalanan berakhir di Rembiga. Kami menikmati sate hati sapi, sate daging, dan sate pusut. Tapi yang paling kaq Dina sukai di tempat ini adalah jagung bakar dengan bumbu sate. Saatnya berpisah karena sudah malam. Kaq Dina harus kembali ke Hotel. Dan pertemuan selalu diiringi dengan perpisahan. Tapi setiap pertemuan selalu menyisakan kisah yang patut untuk di kenang. Semoga kelak, aku bisa ketemu lagi sama Kaq Dina. Dan saat itu aku berharap, kami bertemu di luar negeri (Amin). I love you kaq Dina....semua ceritamu adalah salah satu inspirasi dalam hidupku. Tetaplah menjadi kaq Dina yang baik dan ramah sampai kapanpun..:)